MAKALAH PKN
GEOSTRATEGI INDONESIA

DI SUSUN OLEH
OLEH
Griselda
Maria Ancela Wodong
UNIVERSITAS NEGERI MANADO
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
PSIKOLOGI
KATA
PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayahnya sehingga kami, kelompok 8 selaku penyusun telah
menyelesaikan pembuatan makalah yang berjudul “Geostrategi Indonesia”
Makalah ini dibuat sebagai salah satu tugas dari
mata kuliah pendidikan kewarganegaraan (PKN).Dalam makalah ini akan di jelaskan
tentang geostrategi Indonesia termasuk di dalamnya konsep Astragatra dan
perdamaian dunia
Begitulah kiranya apa yang akan kami sampaikan dalam
makalah ini. Kami pun menyadari, makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, kami selaku penyusun memohon maaf atas segala kekurangan dalam
penyususnan makalah ini. Kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca
sekalian agar kami bisa menjadi lebih baik
Akhir kata, penulis mengucapakan terima kasih kepada
semua pihak. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pihak ynag membutuhkan
Penyusun,
Griselda
DAFTAR
ISI
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
B. Rumusan masalah
C. Tujuan penulis
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Geostrategi
B. Fungsi Geostrategi
C. Geostrategi Indonesia Dalam
Kepentingan Teritorial
D.Konsepsi Geostrategi
E Asas- Asas Ketahanan Nasional
Indonesia
BAB III LANDASAN TEORI
A. Perkembangan Geostrategi
Di Indonesia
B. Tujuan Pengembangan Konsep
Geostrategi Di Indonesia
C. Strategi Perwujudan
Geostrategi Indonesia
BAB IV
A. Kesimpulan
B. Saran
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Refleksi perkembangan
konteks dunia terkait dengan sejarah, struktur kemasyarakatan suatu negara
dalam situasi dan kondisi tertentu sangat menentukan konstelasi geopolitik dan
geostrategi kebijakan politik suatu negara dalam suatu interaksi tatanan dunia
yang sangat kompleks. Interaksi banyak negara tersebut memiliki hubungan
struktural dan hierarkis yang kompleks, misalnya hubungan Utara-Selatan terkait
dengan pertumbuhan yang tidak seimbang yang mana mayoritas negara-negara Utara
ialah negara maju yang unggul dalam bidang informasi, penguasaan teknologi,
dengan struktur masyarakat yang mudah menerima perubahan (dinamis dan terbuka).
Sedangkan sebagian besar negara di belahan Selatan ialah negara berkembang dan
terbelakang baik dalam aspek ekonomi, teknologi, informasi, dengan struktur
masyarakatnya yang cenderung tertutup (isolasionis). Dalam perkembangan negara
yang demikian, negara yang lebih unggul cenderung menggantikan negara yang
mengalami kemerosotan sehingga selalu terdapat kecenderungan jatuh bangunnya
suatu supremasi, dicontohkan jatuhnya supremasi Inggris Raya bersamaan dengan
diakuinya hegemoni Amerika Serikat, hingga sekarang dikenal dengan kebangkitan
Asia melalui perekonomian Chna dan India yang menyaingin Amerika Serikat dan
Jepang. Peran perekonomian yang menggnati secara parsial konsep hardpower
militer, angkatan laut yang mendominasi pasca Revolusi Industri Inggris dan
pasca Perang Dingin, menjadikan tatanan dunia lebih bersifat multipolar
daripada bipolar maupun unipolar. Peranana ekonomi dan munculnya isu-siu baru
yang menarik perhatian negara-negara secara keseluruhan seperti isu lingkungan
dan pemanasan global, mengakibatkan peranan aktor lain seperti organisasi
internasional, rezim internasional, serta perusahaan internasional mutlak diperlukan
untuk melengkapi fungsional peranan negara. Dengan kata lain dapat disimpulkan
bahwa konseptualisasi “Geopolitik” yang sarat dengan perlombaan militer,
politik ekspansi, dan kewilayahan kehilangan esensi, meskipun tidak sepenuhnya,
digantikan oleh konseptualisasi “Geopolitics’ yang lebih luas dalam beragam
aspek.
B. Rumusan Masalah
A. Apa yang di maksud dengan
goestrategi ?
B. Bagaimana geostrategi di
lakukan?
C. Bagaimana ketahanan Nasional sebagai Landasan Geostrategis
C. Tujuan Penulisan
A. Untuk mengetahui apa yang dimaksut
geostrategi
B. Untuk mengetahui bagaimana cara geostrategi di
lakukan
C.Untuk mengetahui ketahanan Nasional sebagai landasan Geostrategi
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Geostrategi
Geostrategi berasal
dari kata geo yang berarti bumi, dan strategi diartikan sebagai usaha dengan
menggunakan segala kemampuan atau sumber daya baik SDM maupun SDA untuk
melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan..Geostrategi merupakan strategi
dalam memanfaatkan kondisi geografi negara untuk menentukan tujuan , kebijakan.
Geostrategi merupakan pemanfaatan lingkungan untuk mencapai tujuan politik.
Geostrategi juga merupakan metode mewujudkan cita-cita proklamasi. Geostrategi
juga untuk mewujudkan, mempertahankan integrasi bangsa dlm masyarakat majemuk
dan heterogin
Geostrategi adalah
strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi Negara Indonesia untuk
menentukan kebijakan, tujuan dan sarana – sarana untuk mencapai tujuan nasional
bangsa Indonesia, serta memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi
pembangunan guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, aman dan sejahtera.
Geostrategi Indonesia bukanlah merupakan geopolitik untuk kepentingan politik
dan perang tetapi untuk kepentingan kesejahteraan dan keamanan Geostrategi
Indonesia dirumuskan dalam wujud konsepsi ”ketahanan nasional” Ketahanan
nasional merupakan kondisi dinamis suatu bangsa, berisikan keuletan dan
ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di
dalam mengatasi dan menghadapi segala ancaman, gangguan, hambatan serta
tantangan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun
tidak langsung membahayakan integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara
serta perjuangan mengejartujuan nasional.
a.. Fungsi Geostrategi
Fungsi dan sifat Geostrategi Ketahanan Nasional
a). Sebagai daya tangkal dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan, geostrategi Indonesia ditujukan untuk menangkal segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT) terhadap identitas, integritas, eksistensi bangsa, dan Negara Indonesia dalam aspek ideology, politik, ekonomi, sosial budaya, dan aspek pertahanan keamanan.
b). Sebagai pengarah pengembangan kekuatan bangsa. Untuk mengarahkan dan mengembangkan potensi kekuatan bangsa dalam yang meliputi bidang ideology, politik, ekonomi, sosial budaya, dan aspek pertahanan keamanan sehingga tercapai kesejahteraan rakyat. Dalam hal ini, ketahanan nasional berfungsi menyatukan pola pikir, pola tindak, dan cara kerja intersekior, dan multidisipliner.
Ketahanan nasional memiliki sifat
a). Sebagai daya tangkal dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan, geostrategi Indonesia ditujukan untuk menangkal segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT) terhadap identitas, integritas, eksistensi bangsa, dan Negara Indonesia dalam aspek ideology, politik, ekonomi, sosial budaya, dan aspek pertahanan keamanan.
b). Sebagai pengarah pengembangan kekuatan bangsa. Untuk mengarahkan dan mengembangkan potensi kekuatan bangsa dalam yang meliputi bidang ideology, politik, ekonomi, sosial budaya, dan aspek pertahanan keamanan sehingga tercapai kesejahteraan rakyat. Dalam hal ini, ketahanan nasional berfungsi menyatukan pola pikir, pola tindak, dan cara kerja intersekior, dan multidisipliner.
Ketahanan nasional memiliki sifat
(1) manunggal; mawas kedalam; kewibawaan;
berubah menurut waktu;
(2) tidak membenarkan sikap adu kekuasaan
dan adu kekuatan; percaya pada diri
(3) sendiri; tidak tergantung kepada pihak lain.
Konsep sifat ketahanan nasional berlapis adalah
suatu konsepsi membangun ketahanan nasional yang dapat dimulai dengan membangun
ketahanan individu/ pribadi, ketahahan keluarga, ketahanan wilayah/daerah, dan
ketahanan nasional.Ketahanan pribadi/ individu dalam interaksinya yang dinamis
akan menumbuhkan ketahanan keluarga yang kuat diharapkan akan menumbuhkan
ketahanan lingkungan yang kuat pula, dan untuk pada gilirannya
menumbuhkembangkan ketahanan daerah/wilayah. Kemudian ketahanan daerah/ wilayah
yang kuat dan baik pada akhirnya mehghasilkan kondisi ketahanan nasional yang
tangguh. Dengan demikian ketahanan nasional individu pribadi sebagai tumpuan
(stronghold) membangun ketahanan nasional.
b.. Contoh Geostrategi
a) Kasus timor-
timur
Angkatan bersenjata Indonesia memasuki Timor Timur
pada bulan Desember 1975 dan kawasan ini menjadi satu dengan Republik
Indonesia di tahun 1976.Hal ini menyebabkan perdebatan di Australia. Di samping
itu, kematian limawartawan Australia di Timor Timur di tahun 1975 telah menjadi
perhatianmasyarakat Australia dan media. Namun pada akhirnya Australia
mengakuikedaulatan Indonesia atas Timor Timur secara de jure tahun 1979.
Namundinamika politik dalam negeri Indonesia telah berubah secara dramatis
denganjatuhnya Pemerintahan mantan Presiden Soeharto. Pada tanggal 30
Agustus1999, melalui jajak pendapat, rakyat Timor Timur memilih merdeka
(78.5%).Pengumuman hasil pemilihan umum tersebut diikuti dengan kekerasan
yangmeluas oleh unsur-unsur pro-integrasi.
b) Integrasi Timor
Timur 1976
Pada tahun 1975, ketika terjadi Revolusi Bunga di
Portugal dan Gubernur terakhir Portugal di Timor Leste, Lemos Pires, tidak
mendapatkan jawaban dariPemerintah Pusat di Portugal untuk mengirimkan bala
bantuan ke Timor Lesteyang sedang terjadi perang saudara, maka Lemos Pires
memerintahkan untukmenarik tentara Portugis yang sedang bertahan di Timor Leste
untukmengevakuasi ke Pulau Kambing atau dikenal dengan Pulau Atauro.
SetelahituFRETILINmenurunkan bendera Portugal dan mendeklarasikan Timor Lestesebagai
Republik Demokratik Timor Leste pada tanggal 28 November 1975.Menurut suatu
laporan resmi dari PBB, selama berkuasa selama 3 bulan ketikaterjadi kevakuman
pemerintahan di Timor Leste antara bulan September,Oktober dan November,
Fretilin melakukan pembantaian terhadap sekitar 60.000penduduk sipil (sebagian
besarnya wanita dan anak2 karena para suami merekaadalah pendukung faksi
integrasi dengan Indonesia). Berdasarkan itulah,kelompok pro-integrasi kemudian
mendeklarasikan integrasi dengan Indonesiapada 30 November 1975 dan kemudian
meminta dukungan Indonesia untukmengambil alih Timor Leste dari kekuasaan
FRETILIN yang berhaluan Komunis.
c. Geostrategi Indonesia Dalam
Kepentingan Teritorial
Indonesia tentu patut mewaspadai perkembangan yang terjadi
terutama di kawasan Asia Pasifik. Sebab konsekuensi letak geografis Indonesia
di persilangan jalur lalu lintas internasional, maka setiap pergolakan
berapapun kadar intensitas pasti berpengaruh terhadap Indonesia. Apalagi jalur
suplai kebutuhan dasar terutama minyak beberapa negara melewati perairan
Indonesia. Jalur pasokan minyak dari Timur Tengah dan Teluk Persia ke Jepang
dan Amerika Serikat, misalnya, seIndonesiar 70% pelayarannya melewati perairan
Indonesia. Karenanya sangat wajar
bila berbagai negara berkepentingan mengamankan jalur pasokan minyak ini,
termasuk di perairan nusantara, seperti, Selat Malaka, Selat Sunda, Selat
Lombok, Selat Makasar, Selat Ombai Wetar, dan lain-lain. Pasukan Beladiri
Jepang secara berkala dan teratur mengadakan latihan operasi jarak jauh untuk
mengamankan area yang mereka sebut sebagai "life line," yakni, radius
sejauh 1000 mil laut hingga menjangkau perairan Asia Tenggara. Hal yang sama
juga dilakukan Cina, Australia, India, termasuk mengantisipasi kemungkinan terjadi
penutupan jalur-jalur vital tersebut oleh negara-negara di seIndonesiarnya
(termasuk Indonesia.)
Keberadaan Indonesia dipersilangan jalur pelayaran
strategis, memang selain membawa keberuntungan juga mengandung ancaman. Sebab
pasti dilirik banyak negara. Karena itu sangat beralasan bila beberapa negara
memperhatikan dengan cermat setiap perkembangan yang terjadi di Indonesia.
Australia misalnya, sangat kuatir bila Indonesia mengembangkan kekuatan
angkatan laut, yang pada gilirannya dapat memperketat pengendalian efektif
semua jalur pelayaran di perairan nusantara.Penetapan sepihak selat Sunda dan
selat Lombok sebagai perairan internasional oleh Indonesia secara bersama-sama
ditolak oleh Amerika Serikat, Australia, Canada, Jerman, Jepang, Inggris dan Selandia
Baru. Tentu apabila dua selat ini menjadi perairan teritorial Indonesia, maka
semua negara yang melintas di wilayah perairan ini harus tunduk kepada hukum
nasional Indonesia, tanpa mengabaikan kepentingan internasional
d. Konsepsi Geostrategi
Suatu strategi memanfaatkan kondisi geografi Negara
dalam menentukan kebijakan, tujuan, sarana utk mencapai tuj-nas (pemanfaatan
kondisi lingkungan dalam mewujudkan tujuan politik). Geostrategi Indonesia
diartikan pula sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana
yang diamanatkan dalam pembukaan dan UUD 1945. Ini diperlukan utk mewujudkan
dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakst majemuk dan heterogen
berdasarkan Pemb dan UUD 1945.
Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud Ketahanan
Nasional. Geostrategi Indonesia tiada lain adalah ketahan nasional Ketahanan
Nasional mrpk kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan
yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi
dan mengatasi segala ATHG baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang
langsungg maupun tidak langsug membahayakan integritas, identitas, kelangsungan
hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mengejar tujuan nasional. Tannas
diperlukan bukan hanya konsepsi politik saja melainkan sebagai kebutuhan dalam
menunjang keberhasilan tugas pokok pemerintah, seperti Law and order, Welfare
and prosperity, Defence and security, Juridical justice and social justice,
freedom of the people.
B.Konsepsi dasar Ketahan Nasional
Model Astagatra merupakn perangkat hubungan bidang
kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung diatas bumi degan memanfaatkan
segala kekayaan alam. Terdiri 8 aspek kehidupan nasional
1. Tiga aspek (tri gatra) kehidupan alamiah, yaitu :
a) Gatra letak dan kedudukan geografi
b) Gatra keadaan dan kekayaan alam
c) Gatra keadaan dan kemampuan penduduk
2. Lima aspek (panca gatra) kehidupan social, yaitu
:
a) Gatra ideology
b) Gatra Politik
c) Gatra ekonomi
d) Gatra social budaya
e) Gatra pertahanan dan keamanan.
Terdapat hubungan korelatif dan interdependency
diantara ke-8 gatra secara komprehensif dan integral.
a. Asas- Asas Ketahanan Nasional
Indonesia
Asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku
yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan
Wawasan Nasional yang terdiri dari :
1. a. Asas Kesejahteraan dan Keamanan
Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia 8 yang mendasar dan esensial, baik sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional dan merupakan nilai intrinsik yang ada padanya. Dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan menitikberatkan pada kesejahteraan tetapi tidak mengabaikan keamanan. Sebaliknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan. Oleh karena itu, keduanya harus selalu ada, berdampingan pada kondisi apapun sebab keduanya merupakan salah satu parameter tingkat ketahanan nasional sebuah bangsa dan negara.
2. . a. Asas Kesejahteraan dan Keamanan
Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh dan terpadu (komprehensif integral)
3. Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar
Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Disamping itu, sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya. Dalam prosesnya dapat timbul berbagai dampak baik yang bersifat positif maupun negatif. Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam dan ke luar.
• Mawas ke dalam
Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilainilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh. 9 Hal itu tidak berarti bahwa ketahanan nasional mengandung sikap isolasi dan atau nasionalisme sempit (chauvinisme).
• Mawas ke luar
Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri, serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. Untuk menjamin kepentingan nasional, kehidupan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan nasional, agar memberikan dampak keluar dalam bentuk daya tangkal dan daya tawar. Namun demikian, interaksi dengan pihak lain diutamakan dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.
3. Asas kekeluargaan
Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan, gotong-royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam asas ini diakui adanya perbedaan yang harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan serta dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan.
1. a. Asas Kesejahteraan dan Keamanan
Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia 8 yang mendasar dan esensial, baik sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional dan merupakan nilai intrinsik yang ada padanya. Dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan menitikberatkan pada kesejahteraan tetapi tidak mengabaikan keamanan. Sebaliknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan. Oleh karena itu, keduanya harus selalu ada, berdampingan pada kondisi apapun sebab keduanya merupakan salah satu parameter tingkat ketahanan nasional sebuah bangsa dan negara.
2. . a. Asas Kesejahteraan dan Keamanan
Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh dan terpadu (komprehensif integral)
3. Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar
Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Disamping itu, sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya. Dalam prosesnya dapat timbul berbagai dampak baik yang bersifat positif maupun negatif. Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam dan ke luar.
• Mawas ke dalam
Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilainilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh. 9 Hal itu tidak berarti bahwa ketahanan nasional mengandung sikap isolasi dan atau nasionalisme sempit (chauvinisme).
• Mawas ke luar
Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri, serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. Untuk menjamin kepentingan nasional, kehidupan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan nasional, agar memberikan dampak keluar dalam bentuk daya tangkal dan daya tawar. Namun demikian, interaksi dengan pihak lain diutamakan dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.
3. Asas kekeluargaan
Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan, gotong-royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam asas ini diakui adanya perbedaan yang harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan serta dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan.
BAB
III
LANDASAN
TEORI
A. Perkembangan Geostrategi Di
Indonesia
Geostrategi Indonesia
dirumuskan dalam bentuk Ketahanan Nasional yang unsur-unsur utamanya terdiri
dari dan kualita kekuatan/ketangguhan. Keuletan sesungguhnya merupakan satu
kualita integratif yang menunjukan adanya kebersamaan diantara sesama komponen
yang dijiwai oleh semangat kekeluargaan. Keuletan diperlukandalam menghadapi
tantangan/tekanan dari luar yang harus dihadapisecara elastis konsisten dan
berlanjut. Tanpa adanya kualita keuletan maka jaringan sosial masyarakat akan
retak atau bahkan putus apabila dihadapkan pada tantangan / tekanan yang
berkepanjangan . memerlukan keuletan masyarakat agar tidak terjadi hal-hal yang
mengakibatkan perpecahan dalam masyarakat karena masyarakat memiliki kelenturan
yang mampu mengabsorbir tekanan kesulitan ekonomi. Memang, keuletan masyarakat
dapat diandaikan dalam bahasa mekanika seolah-olah sebagai koefisien kelenturan
pegas, yang sudah barang tentu memiliki ambang batas, diatas mana tekanan dari
luar tidak lagi dapat ditahan dan pegaspun akan kehilangan kelenturannya dan
patah. Sebaliknya, unsur kekuatan/ketangguhan merupakan kemampuan untuk tumbuh
dan berkembang dari masyarakt bangsa ke arah tata kehidupan yang lebih baik
dikemudian hari.Semakin tinggi kualita/ketangguhan maka semakin besar pula
tekanan yang dapat ditahan dan dilawan tanpa adanya kualita ini masyarakat akan
stagnan, dan apabila hal ini terjadi maka lama kelamaan akan
mundur dimakan waktu .
Kekuatan atau
ketangguhan untuk berkembang merupakan kualitas kemampuan yang harus
memiliki setiap masyarakat bangsa, sebab
kebutuhan kepentingan meningkat setiap saat sejalan dengan bertambahnya jumlah
penduduk maupun tingkat kesejahteraannya . Tiap generasi anak bangsa
mengharapkan,dan ini sangat wajar, bahwa kehidupannya dikemudian hari lebih
baik dari generasi diatasnya . Ini adalah sikap positif terhadap kemampuan
bangsa secara keseluruhankarena dengan demikian tiap generasi termotivasi
secara positif untuk mengembangkan dirinya sejalan dengan tuntutannya sendiri.
Pemenuhan kebutuhan itu merupakan bagian dari rasa aman dan keamanan (sekuriti)
bangsa. Namun demikian dalam pencapaian
cita-cita itu satu masyarakat bangsa tidak berada dalam ruang hampa, melainkan
berada ditengah-tengah masyarakat kawasan (sub-kawasan) disekitarnya . Karena
itu pencapaian cita-cita harus didasarkan atas pertimbangan lingkungan, apalagi
dalam zaman global yang tanpa batas. Selain dari itu perlu juga disadari bahwa
peningkatan keamanan, dari sisimiliter,untuk pengamanan satu bangsa pada
dasarnya dapat meningkatkan rasa tidak aman (in-security feeling) dari bangsa
sekitarnya sehingga kesadaran ruang amat diperlukan.
Tujuan Pengembangan Konsep Geostrategi
Di Indonesia
Menyusun dan mengembangkan potensi kekuatan nasional
baik yang berbasis pada aspek ideologi, politik, sosial budaya dan hankam
danaspek-aspek alamiah bagi upaya kelestarian dan eksistensi hidup negara dan
bangsa untuk mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional.
Menunjang tugas pokok pemerintahan Indonesia
dalam :
• Menegakkan hukum dan ketertiban
• Terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran
• Terselenggaranya pertahanan dan keamanan
• Terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial
• Tersedianya kesempatan rakyat untuk
mengaktualisasikan diri.
Strategi Perwujudan Geostrategi Indonesia
Dalam menghadapi tututan dan tantangan perlu
digunakan strategiseperti:
a. Jalur Pembinaan
1) Strategi pembinaan setiap individu, dimaksudkan
untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berwawasan nasional,
dilaksanakan dengan strategi 4 (empat) jalur, yaitu :
a. Jalur pembinaan
keluarga, ditujukan untuk menjangkau para pemudadan remaja dalam menghayati
norma-norma moralita bangsa didalam suasana lingkungan keluarga . Upaya ini
diharapkan agar sejak awal dapatmenanamkan masalah kebangsaan, rasa kebangsaan
serta kerukunan hidup berkeluarga dan bermasyarakat.
b. Jalur pembinaan
pendidikan, ditujukan untuk secara formal membina keuletan dan ketangguhan yang
diselaraskan dengan tingkat serta perkembangan daya pikir serta pemikiran anak
didik .
c. Jalur pembinaan lingkungan kerja ditujukan
untuk menjangkau lapisan masyarakat yang berada pada tingkatan umur kerja.
Dengan menggunakan pendekatan persuasif dan promotif terhadap pimpinan
lingkungan kerja secara tepat diharapkan jalur ini akan paling efektifdisini
terdapat kesempatan untuk menjangkau secara luas setiap kepala keluarga,
sehingga keberhasilan pada jalur ini akan membantujalur pembinaan keluarga.
Jalur pembinaan lingkungan pergaulan, dimaksudkan untuk menjangkau lapisan
masyarakat yang tidak terjangkau melalui ketiga jalur pembinaan lainnya.
2) Strategi Pembinaan Masyarakat dimaksudkan untuk
mengendalikan agar perkembangan masyarakat dan pergeserannya tidak menyimpang
dari moralita bangsa serta kondusif bagi terlaksanakannya kebijaksanaan pokok.
Strategi pembinaan 2 (dua) jalur mencakup :
a. Jalur pembinaan langsung, ditujukan untuk
memperoleh hasil langsung secara lebih cepat dengan menggunakan/ melalui
perangkat organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan yang ada.Peranan
pemerintah sangat aktif dan besar dalam rangka pencapaianhasil segera. Metode
yang digunakan antara lain berupa tatap muka,pemerataan, pengaturan, perijinan
dan kewenangan-kewenangan lainyang dimiliki pemerintah.
b. Jalur pembinaan
tidak langsung, ditujukan untuk merangsang dan menumbuh kembangkan kesadaran
masyarakat. Penumbuhan motivasi ini dilaksanakan melalui media massa,
tokoh-tokoh pimpinaninformasi, ormas serta orpol dan sebagainya.
3) Strategi
Pembinaan Kelembagan
Pembinaan kelembagaan dimaksudkan untuk menciptakan
kelancaran pembangunan nasional dan dengan demikian juga pemantapan dan
peningkatan Ketahanan Nasional. Keberhasilan pembangunan nasional hanya mungkin
diwujudkan manakala lembaga-lembaga yang terlibat dalam pembangunan nasional
terancam secara komprehensif integral.
Strategi pembinaan kelembagaan ditempuh melalui 2
(dua) jalur yaitu :
a. Jalur pembinaan
perangkat lembaga, ditujukan untuk meningkatkan kemampuan setiap lembaga yang
terlibat dalam proses pembangunan pada semua aspek berbangsa dan bernegara.
Termasuk didalamnya adalah pengembangan kelengkapan personil, keahlian
personil, mekanisme kerja dan memantapkan koordinasi vertical, horizontal dan
diagonal. Pemantapan peranan tiap lembaga juga mendapatkan prioriitas
pembinaanya terwujud semua mata rantai lembaga yang utuh.
b. Jalur pembinaan
kemampuan manajerial, ditujukan untuk meningkatkan kemampuan manajerial tiap
pejabat pemerintah maupun swasta di dalam bidang pekerjaan masing-masing.
Khusus untuk sektor swasta pembinaan kemampuan manajerial ini juga ditujukan
untuk menumbuhkan kewiraswataan dikalangan masyarakat.
4) Strategi Pembinaan Lingkungan Pembinaan
lingkungan dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif terhadap
pembangunan nasional maupun terhadap kehidupanmasyarakat.
Strategi pembinaan 2 (dua) jalur meliputi :
a. Jalur
pembinaan dampak positif dari lingkungan guna menciptakan dan memperbesar
peluang-peluang yang bermanfaat bagi upaya pembangunan maupun bagi kehidupan
dan penghidupan masyarakat.
b. Jalur penggalangan dampak negatif dari
lingkungan untuk menekan akibat dari dampak negative tersebut agar tetap berada
di bawah ambang toleransi keamanan dan pengamanan.
BAB
IV
PENUTUP
Kesimpulan
Geostrategi
merupakan seuatu tindakan yang di dasari oleh hakikat ketahanan negara yang
mewujudkan ciri ciri proklamasi serta mencapai tujuan-tujuan wawasan nusantara yang telah di tetapkan,
yaitu mewujudkan kesejahteraan,ketentraman,dan keamanan bagi bangsa Indonesia,
dengan demikian ikut serta juga dalam membina kebahagiaan dan perdamaian bagi
seluruh umat manusia
Saran
Konsep geostrategi ini hendaknya terus diterapkan
dan dikembangkan sebagaimana mestinya, bahkan akan lebih baik bila di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi
Cohen, Saul Bernard. 2002. “Geopolitics of The World
System”. London: Rowman and Littlefield Publishers
Flint, Colin. 2007. “Introduction to Geopolitics”..
London: Routledge
Marieke, Peters. 2006. “Geopolitics: From European
Supremacy to Western Hegemony”.
Short, Jhon Rennie. 2002. “An Introduction to Geographical
Politics”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar